Visi adalah kata serapan dari Vision (bahasa Inggeris) yang berarti pandangan jauh ke depan, yaitu pandangan secara umum dari seseorang ataupun organisasi dari cita-cita/harapan/keinginan yang ingin diwujudkan di masa depan. Istilah ini biasanya terkait dengan misi/tugas yang menjadi kewajiban diemban oleh keberadaan seseorang ataupun organisasi.
Dalam kehidupan sebagai umat beragama kita mengemban misi yang diberikan oleh Allah Sang Maha Pencipta untuk menjadi Khalifah atau Manajer di Muka Bumi ini sesuai Tuntunan dan TuntutanNYA. Tuhan menginginkan manusia mengelola dan memanfaatkan Alam Semesta ini dengan sebaik-baiknya serta menjaga keteraturan sistemik dan tidak membuat kerusakan. Berdasarkan misi yang diembannya tersebut seseorang bisa menetapkan visi atau pandangan hidup yang berbeda satu sama lain. Ada yang menetapkan visi hidupnya untuk Menjadi Insan Yang Kreatif dan Inovatif Berlandaskan Agama , tetapi ada juga yang menetapkan visinya untuk menjadi Manusia Yang Bekerja Keras Menggapai Kebebasan Finansial. Orang yang pertama meletakkan visinya sejalan dengan aturan agama atau syariah, sedangkan orang yang disebutkan terakhir bisa saja berbenturan atau mengabaikan syariah.
PT Pertamina EP sebagai organisasi juga mempunyai misi yang dijabarkan dalam Rencana Pembangunan Tiga Tahun (Repetita), sebagai berikut :
* Repetita I atau 2006-2008 : Respectable Cost Effective and Efficient Oil & Gas Producer
* Repetita II atau 2009-2011 : No. 1 Oil dan Gas Producer in Indonesia
* Repetita III atau 2011-2014 : PEP Word Class
Untuk mewujudkan harapan tersebut diperlukan kerja keras karena kerja keras merupakan energi pendorong untuk mencapai tujuan. Sangat tepatlah kiranya PT Pertamina menetapkan semboyan "Kerja Keras adalah Energi Kita" sebagai kata kunci pembuatan artikel dalam Kontes Blog berhadiah yang disponsorinya.
Kerja keras adalah hal pokok yang harus dilaksanakan secara kolektif oleh segenap komponen korporat secara bahu membahu untuk mewujudkan kinerja yang membanggakan dan memberikan kontribusi bagi penerimaan negara dari sektor minyak dan gas bumi.
Bukti dari hasil kerja keras segenap komponen korporat tersebut, pada tanggal 28 September 2009 yaitu pada Hari Jadi Pertambangan dan Energi ke 64 PT Pertamina memperoleh 4 penghargaan Dharma Karya Energi dan Sumber Daya Mineral sebagai berikut :
1. PT Pertamina EP sukses dalam upaya meningkatkan produksi minyak dan mengakselerasi para mitra bisnisnya. Hasil produksi PEP terus meningkat, sampai pada 23 September 2009 produksi minyak mencapai 137 ribu barel per hari 109,16% dari target korporat sebesar 125,5 ribu barel dan gas melampaui 1 miliar kaki kubik per hari.
2. Tim Penanggulangan Semburan Merbau Sumatera Selatan sukses menangani semburan gas di bekas lokasi sumur MBU-4 dalam waktu 172 hari.
3. PT Pertamina berhasil membangun infrastruktur Stasiun Pengisian Bulk Elpiji sebanyak 103 unit, meningkat sebanyak 37 unit dari jumlah 66 unit pada saat konversi minyak tanah ke LPG 3 kilogram digulirkan. Program konversi ini menghemat subsidi sebesar Rp 5,32 triliun.
4. Tim Implementasi Program Nasional Konversi Minyak Tanah ke LPG yang berhasil meningkatkan kebutuhan LPG dari 3.700 metrik ton pada 2006 menjadi 6.030 metrik ton pada tahun 2008. Selama kurun waktu pelaksanaan program konveri tahun 2007-2009, subsidi negara yang berhasil dihemat sebesar Rp 10,7 triliun.
Perusahaan yang berdiri tahun 1968 ini merupakan hasil penggabungan dari perusahaan Pertamin dan Permina yang didirikan pada tanggal 10 Desember 1957, sangat menyadari bahwa di era persaingan global ini yang menutup hak monopoli penjualan produk migas, mengharuskan perusahaan menata perusahaan agar dapat berkinerja baik sehingga dapat bersaing dengan perusahaan lain yang sejenis dengan melaksanakan Agenda Transformasi Perubahan Paradigma Manajemen dan Sumberdaya Manusia melalui :
1. Transformasi Kegiatan Usaha di Sektor Hulu sebagai Penghasil Pendapatan Utama Perusahaan
2. Transformasi Kegiatan Usaha di Sektor Hilir sebagai Ujung Tombak Perusahaan dalam Interaksi dengan Konsumen
3. Transformasi Restrukturisasi Korporat: Keuangan, SDM, Hukum, IT, dan administrasi Umum, termasuk penanganan aset
Agenda transformasi Pertamina dilaksanakan dengan menerapkan :
1. Good Corporate Governance (GCG) melalui pengelolaan secara profesional, menghindari benturan kepentingan, tidak mentolerir suap, menjunjung tinggi kepercayaan dan integritas berpedoman pada asas tata kelola korporasi yang baik.
2. Fokus pada Pengelolaan Perusahaan secara Efektif dan Efisien sehingga mampu berkompetisi dalam skala regional maupun internasional.
3. Gugus Kendali Mutu (GKM) sebagai pelaksanaan Continous Improvement Program dengan melakukan pengendalian dan peningkatan mutu di unit kerjanya masing-masing.
4. Mendorong pertumbuhan melalui investasi dengan menciptakan nilai tambah dengan orientasi komersial, mengambil keputusan berdasarkan prinsip-prinsip bisnis yang sehat.
5. Fokus pada kepentingan pelanggan dan membangun komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik. Slogan "PASTI PAS!" yang diterapkan pada SPBU Pertamina adalah jaminan kualitas dan kuantitas BBM yang terjamin dan pelayanan yang ramah dan fasilitas yang nyaman buat pelanggannya.
Harapan saya selalu masyarakat pengguna produk Pertamina semoga Kinerja Pertamina semakin meningkat dan mampu bersaing serta paling unggul diantara Produsen Migas Dunia dengan tidak mengorbankan kebutuhan Migas Dalam Negeri, sehingga kejadian antri BBM di sejumlah tempat di tanah air semakin berkurang.
Terima kasih kepada PT Pertamina atas kepeduliannya berupa tanggap darurat atas kejadian bencana di Tanah Air, penghijauan lingkungan di Wilayah Terminal Lingkas Lapangan Tarakan serta bentuk kepedulian sosial lainnya.
Mari tanamkan dalam jiwa kita bahwa kerja keras adalah Energi Kita, semoga kita dapat lebih cepat maju melangkah menuju Hari Esok Yang Lebih Baik. Jangan terlalu gembira dengan keberhasilan yang kita capai hari ini, lanjutkan terus peningkatan IMAN, ILMU dan AMAL baik secara Individu maupun mereka yang bergerak di Bidang Usaha termasuk PT Pertamina selaku Korporat. Kehidupan dari hari ke hari selalu berubah, ikuti dan sesuaikan diri dengan perkembangan keadaan sekitar kita agar tidak tertinggal atau bahkan terlindas oleh kemajuan.
Jangan lupakan faktor keberkahan dari penghasilan Individu maupun pendapatan korporat karena keberkahan merupakan faktor penting dari keberhasilan dan keberlanjutan usaha kita semua.
Bahan Referensi tentang pertamina:
diolah dari Website Pertamina






























































































